_dhama_

Nama lengkap: Wendha Adha Juliansyah; TTL: Baturaja, 15 Juli 1988; Almt: kemiling permai no 088

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Minggu, 13 September 2009

FOTOGRAFI

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure) Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

Sejarah fotografi

• Pada abad ke-5 sebelum masehi, ada orang yang bernama MoTi, berhasil menemukan gejala fotografi. Apabila sebuah ruangan gelap ada lubang yang memancarkan sinar, maka di tembok suatu ruangan tersebut akan terlihat gambar sumber cahaya tadi secara terbalik.

• Ibn Al-Haitham, seorang Arab juga menemukan menemukan gejala yang sama.

• Foto pertama dibuat pada tahun 1826 selama 8 jam. Louis Jacques mande Daquerre merupakan bapak fotografi dunia (1837). Kamera Obcura merupakan kamera yang pertama kali yang dipakai untuk menggambar kemudian memotret.

• Kamera Kodak (Eastmant Kodak) pertama kali ditemukan oleh Snapshooter 1888 di Amerika.

• Tahun 1900 seorang Juru gambar telah mencipta kamera Mammoth. Kamera ini amat besar ukurannya dimana beratnya 1,400 pound. Lens seberat 500 pound. Sewaktu mengubah atau memindahkannya tenaga manusia sebanyaki 15 orang

Lensa fotografi

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Dalam bidang fotografi, lensa merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (atau lebih umum dikenal dengan nama film). Terdiri atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa diatur sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda.

Di bagian luar lensa fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Fokus

Adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa (lihat juga depth of field).

Kecepatan rana

Kecepatan rana (shutter speed) artinya penutup (to shut = menutup). Pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi.

Kecepatan rana adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali. Shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan membuka selama 1/100 detik.

Macam-macam lensa kamera

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Kamera SLR

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi

Kamera SLR mempunyai beberapa prinsip kerja yaitu :

  1. Cahaya masuk melalui lensa.
  2. Sebelum rana dibuka, cahaya dipantulkan cermin menuju pentaprisma untuk dibalikan karena pada dasarnya bayangan yang masuk kedalam kamera itu terbaik dari keadaan sesungguhnya.
  3. Ketika rana dibuaka ( pelepas rana ditekan ), secara bersamaan diagfragma yang udah diatur besarnya menutup ke posisi yang ditentukan. Cermin menutup dan rana membuka ( selama yang ditentukan p[engatur kecepatan rana ).
  4. Cahaya yang masuk terekan pada film yang merupakan bahan peka cahaya.
  5. Cermin, rana dan diafragma kembali keadaan semula setelah waktu yang kita atur pada pengatur kecepatan rana habis.

Aksesoris Kamera SLR

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Sebenarnya dengan mempunyai bodi dan lensa saja, Anda sudah bisa memotret. Tetapi untuk menambah kemudahan atau untuk menciptakan menciptakan efek khusus, tersedia bermacam-macam aksesoris kamera. Misalnya :

• Lampu kilat

Pada kamera terbaru, lampu kilat biasanya menyatu (built in) dengan kamera, dan secara otomatis akan menyala bila cahaya saat pemotretan kurang cukup. Kadangkala dengan satu lampu kilat saja hasilnya kurang memuaskan. Foto yang dihasilkan tampak datar, tidak mempunyai dimensi kedalaman, dan lebih celaka lagi bila mata orang yang difoto seakan-akan menyala merah (red eye). Kekurangan ini bisa dihindari dengan memakai lampu kilat tambahan sebagai cahaya pengisi. Lampu kilat ini harus dilengkapi pula dengan kabel sinkronisasiatau dengan slave.

• Tripod

Tripod adalah kaki tiga untuk menyangga kamera agar tetap kokoh saat memakai kecepatan rendah atau lensa tele. Disamping tripod ada pula monopod yaitu penyangga berkaki satu.

• Filter

Filter adalah sejenis kaca atau lensa yang dipasang di depan lensa. Fungsinya untuk menghasilkan efek khusus seperti mengubah warna obyek, membiaskan sinar, membuat gambar ganda, soft focus dan sebagainya. Selain itu, filter juga melindungi lensa dari sinar ultra violet yang dapat merusak film. Juga mencegah masuknya air, jamur atau debu yang dapat menggores permukaan lensa. Karena itu, ada baiknya untuk selalu memasang filter jenis UV atau sky light pada kamera.

• Tudung Lensa

Berguna untuk menghambat sinar dari samping atau atas. Sinar ini bisa memantul pada lensa sehingga hasil foto kurang bagus.

• Kabel Pelepas Rana

Bahasa teknisnya button release cable, yaitu kabel yang dipasang pada tombol rana. Dengan demikian fotografer dapat menjepretkan kamera dari tempat yang lain. Misalnya untuk memotret binatang yang bila didekati manusia akan lari terbirit-birit.

• Tas Kamera

Selain untuk membawa, juga sekaligus melindungi peralatan fotografi dari benturan, suhu panas atau air.

Teknik Blurring dalam Fotografi

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang diperlukan tergantung pada beberapa faktor.

Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja.

Tehnik Pengukuran Pencahayaan dalam fotografi

Diposting oleh Wendha Adha Juliansyah

Teknik pengukuran Dikenal beberapa teknik yang digunakan oleh lightmeter, yaitu:

• Spot Metering

• Avarage Metering

• Center-weighted Metering

• Matrix Metering

Avarage metering

Merupakan teknik pengukuran paling kuno. Hasil pengukuran teknik ini adalah luminitas rata-rata dari gambar yang dipotret, sehingga hampir keseluruhan objek yang ada di dalam ruang tangkap akan terlihat jelas. Detail tertentu akan terlihat hanya jika memiliki tingkat luminitas sama dengan rata-rata gambar.

Spot Metering

Setiap bagian dari objek akan memberikan hasil pengukuran berbeda. Avarage metering akan membuat pengukuran rata-rata dari setiap bagian sehingga gambar yang dihasilkan hanya memberikan detail rata-rata dari keseluruhan objek. Untuk mendapatkan detail tertentu secara maksimal, digunakan spot metering. Bagian yang diabaikan mendapatkan pengukuran yang salah sehingga detailnya akan menghilang